Pendidikan – Mahasiswa kedokteran membuat keributan
Unnao

Pendidikan – Mahasiswa kedokteran membuat keributan

mendengar berita

Nawabganj. Perseteruan antara mahasiswa tahun pertama MBBS dengan manajemen di Saraswati Medical College belum berakhir. Pada hari Jumat, manajemen perguruan tinggi membatalkan penangguhan siswa dalam kasus percabulan dan meminta tindakan disipliner dalam kasus perilaku buruk dengan profesor. Hal itu kembali membuat para siswa berang. Ada keributan yang menyebut tindakan itu salah. Melihat kasus tersebut semakin meningkat, polisi pun mengamankannya atas informasi dari pihak manajemen. Pada saat yang sama, meminta manajemen untuk mengambil keputusan untuk kepentingan mahasiswa secara teratur. Setelah itu semua siswa kembali ke asrama.
Pada tanggal 20 Desember, mahasiswa Uttar Adak telah mengeluhkan pelecehan terhadap Vicky Jha, Subodhraj, Rahul, Saurabh Prakash dan Shivam Kumar, mahasiswa tahun pertama MBBS angkatan 2019 dari Saraswati Medical College. Pada saat yang sama, Prof. Audio melecehkan Bayazuddin menjadi viral. Sekedar informasi, manajemen membentuk tim investigasi beranggotakan delapan orang di bawah pimpinan Dr. SK Singh, yang terlibat dalam tim anti-percabulan kampus. Tim anti-ragging menyerahkan laporan itu kepada manajemen perguruan tinggi pada 21 Desember. Menurut laporan itu, mahasiswa Vicky Jha dan Saurabh Prakash diskors dari kampus setelah dinyatakan bersalah dalam insiden tersebut. Siswa Subodhraj, Rahul dan Shivam Kumar dibebaskan dengan peringatan.
Pada hari Jumat, manajemen kampus meminta Vicky Jha mengosongkan asrama. Karena hal ini rekan-rekan mahasiswa kembali menjadi geram dan mulai membuat keributan. Manajemen memberi tahu polisi. Sohramau SO Akhilesh Tiwari datang dengan pasukan dan meminta para siswa untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi. Pada saat yang sama, manajemen perguruan tinggi juga diminta mengambil keputusan untuk kepentingan mahasiswa.
Direktur Saurabh Kanwar mengatakan bahwa mahasiswa Uttar Adak telah membuat kesepakatan tertulis. Kedua mahasiswa tersebut telah diberikan keringanan dari aksi Ragging Act. Profesor perguruan tinggi juga telah meminta para siswa untuk memaafkan. Penangguhan mahasiswa akan dihentikan segera setelah surat tertulis profesor diterima.

Nawabganj. Perseteruan antara mahasiswa tahun pertama MBBS dengan manajemen di Saraswati Medical College belum berakhir. Pada hari Jumat, manajemen perguruan tinggi membatalkan penangguhan siswa dalam kasus percabulan dan meminta tindakan disipliner dalam kasus perilaku buruk dengan profesor. Hal itu kembali membuat para siswa berang. Ada keributan yang menyebut tindakan itu salah. Melihat kasus tersebut semakin meningkat, polisi pun mengamankannya atas informasi dari pihak manajemen. Pada saat yang sama, meminta manajemen untuk mengambil keputusan untuk kepentingan mahasiswa secara teratur. Setelah itu semua siswa kembali ke asrama.

Pada tanggal 20 Desember, mahasiswa Uttar Adak telah mengeluhkan pelecehan terhadap Vicky Jha, Subodhraj, Rahul, Saurabh Prakash dan Shivam Kumar, mahasiswa tahun pertama MBBS angkatan 2019 dari Saraswati Medical College. Pada saat yang sama, Prof. Audio melecehkan Bayazuddin menjadi viral. Sekedar informasi, manajemen membentuk tim investigasi beranggotakan delapan orang di bawah pimpinan Dr. SK Singh, yang terlibat dalam tim anti-percabulan kampus. Tim anti-ragging menyerahkan laporan itu kepada manajemen perguruan tinggi pada 21 Desember. Menurut laporan itu, mahasiswa Vicky Jha dan Saurabh Prakash diskors dari kampus setelah dinyatakan bersalah dalam insiden tersebut. Siswa Subodhraj, Rahul dan Shivam Kumar dibebaskan dengan peringatan.

Pada hari Jumat, manajemen kampus meminta Vicky Jha mengosongkan asrama. Karena hal ini rekan-rekan mahasiswa kembali menjadi geram dan mulai membuat keributan. Manajemen memberi tahu polisi. Sohramau SO Akhilesh Tiwari datang dengan pasukan dan meminta para siswa untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi. Pada saat yang sama, manajemen perguruan tinggi juga diminta mengambil keputusan untuk kepentingan mahasiswa.

Direktur Saurabh Kanwar mengatakan bahwa mahasiswa Uttar Adak telah membuat kesepakatan tertulis. Kedua mahasiswa tersebut telah diberikan keringanan dari aksi Ragging Act. Profesor perguruan tinggi juga telah meminta para siswa untuk memaafkan. Penangguhan mahasiswa akan dihentikan segera setelah surat tertulis profesor diterima.

Posted By : keluaran hk hari ini 2021